Jumat, 06 September 2013

Ciri - ciri sastra populer

NAMA   : RAHMAT SUTRISNO
NIM      : F21110330

Ciri – ciri sastra populer
Adapun ciri-ciri sastra populer sebagai berikut :

1. Banyak dikritik,
Sebuah karya sastra (seperti novel) jika  tidak dikritik habis-habisan oleh kritikus sastra maka bisa dipastikan bahwa karya tersebut tidak akan laku. Hal ini berarti bahwa untuk menaikkan popularitas sebuah karya sastra diperlukan banyak kritikan baik positif dan bahkan negatif karena hal ini akan memancing curiosity of public untuk membeli karya sastra tersebut.

2. Komersial
Sastra populer cenderung dibuat untuk mendapatkan keuntungan dari penjualannya saja. Oleh karena itu, sastra populer sama sekali tidak menampilkan hakikat karya sastra itu sendiri melainkan hanya mengejar untung saja. Hakikat karya sastra yang dimaksud disini seperti pesan moral yang bisa disampaikan ke masyarakat, refleksi sosial budaya dan sebagainya.

3. Situational
Karya-karya sastra populer hanya terkenal sementara saja. Jika ada karya yang muncul setelahnya maka cenderung karya sastra sebelumnya itu akan tenggelam. Itulah sebabnya terkadang film-film yang akan di launching bersamaan dengan film-film lain akan menunda jadwalnya karena dikhawatirkan competitornya akan menarik lebih banyak perhatian publik.

4. Kontemporer
Kontemporer dalam sastra adalah perpaduan berbagai unsur gaya kepenulisan dalam sebuah karya sastra. Dalam hal ini karya sastra berupa gabungan unsur klasik dan unsur modern seperti halnya film The Gulliver's Travel yang novelnya ditulis pada zaman klasik Inggris namun dimodifikasi dengan kondisi sekarang.

5. Over fictional
Sastra populer saat ini dibuat dengan imajinasi yang sangat tinggi dan jauh dari kesan peristiwa-peristiwa yang lazim terjadi di dunia nyata.


Sumber           : http://life.paperblog.com/ciri-ciri-sastra-populer-311869/ 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar