NAMA : RAHMAT SUTRISNO
NIM : F21110330
Ciri
– ciri sastra populer
Adapun
ciri-ciri sastra populer sebagai berikut :
1.
Banyak dikritik,
Sebuah karya sastra (seperti novel)
jika tidak dikritik habis-habisan oleh
kritikus sastra maka bisa dipastikan bahwa karya tersebut tidak akan laku. Hal
ini berarti bahwa untuk menaikkan popularitas sebuah karya sastra diperlukan
banyak kritikan baik positif dan bahkan negatif karena hal ini akan memancing curiosity
of public untuk membeli karya sastra tersebut.
2. Komersial
Sastra populer cenderung dibuat untuk
mendapatkan keuntungan dari penjualannya saja. Oleh karena itu, sastra populer
sama sekali tidak menampilkan hakikat karya sastra itu sendiri melainkan hanya
mengejar untung saja. Hakikat karya sastra yang dimaksud disini seperti pesan
moral yang bisa disampaikan ke masyarakat, refleksi sosial budaya dan
sebagainya.
3. Situational
Karya-karya sastra populer hanya
terkenal sementara saja. Jika ada karya yang muncul setelahnya maka cenderung
karya sastra sebelumnya itu akan tenggelam. Itulah sebabnya terkadang film-film
yang akan di launching bersamaan dengan film-film lain akan menunda
jadwalnya karena dikhawatirkan competitornya akan menarik lebih banyak
perhatian publik.
4. Kontemporer
Kontemporer dalam sastra adalah
perpaduan berbagai unsur gaya kepenulisan dalam sebuah karya sastra. Dalam hal
ini karya sastra berupa gabungan unsur klasik dan unsur modern seperti halnya
film The Gulliver's Travel yang novelnya ditulis pada zaman klasik Inggris
namun dimodifikasi dengan kondisi sekarang.
5. Over fictional
Sastra populer saat ini dibuat dengan
imajinasi yang sangat tinggi dan jauh dari kesan peristiwa-peristiwa yang lazim
terjadi di dunia nyata.
Sumber
: http://life.paperblog.com/ciri-ciri-sastra-populer-311869/
Tidak ada komentar:
Posting Komentar